Postingan

Pancasila Menurut Mayoritas Umat Islam Indonesia

Gambar
Oleh : M. Khoirul Huda Rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) telah menyulut polemik dari berbagai pihak. Di akar rumput, hal ini memantik kembali perdebatan dengan hubungan Pancasila dengan Islam. ABB disebut menolak menandatangani pernyataan sumpah setia kepada Pancasila. ABB meyakini Pancasila dan sistem demokrasi yang digunakan dalam kehidupan politik masyarakat Muslim Indonesia merupakan bentuk kesyirikan. Sikap ini tentu berbeda dengan mayoritas umat Islam di Indonesia yang menerima Pancasila sebagai konsep yang tidak bertentangan dengan Islam. Bahkan, mayoritas bangsa Indonesia meyakini bahwa Pancasila adalah berasal dan menjadi bagian dari nilai-nilai Islam itu sendiri. Mengamalkan Pancasila sama dengan mengamalkan Islam. Karena itu, tidak ada pertentangan antara Pancasila dengan Islam. Mayoritas Umat Islam Indonesia Bagaimana kita tahu mayoritas umat Islam menerima Pancasila dan demokrasi? Sederhananya, kita dapat melihat pandangan resmi dua ormas Islam terbesar di neg...

Hubungan Pancasila dengan Nilai Ajaran Islam

Gambar
Dr. H. Syamsul Hidayat, M.A (Dekan FAI-UMS Surakarta, Alumni PPSA XVI Lemhannas RI, 2011) Para pendiri bangsa telah meletakkan dasar-dasar tegaknya sebuah negara-bangsa yang bernama Indonesia. Betapa seriusnya para pendiri bangsa dalam merumuskan konsep ideologi negara dapat dilihat dari dinamika perdebatan di antara mereka dalam merumuskan landasan ideologi sesuai dengan latar belakang keilmuan, agama dan budaya masing-masing, dengan disertai rasa saling menghargai dan menghormati. Meskipun melalui perdebatan yang sengit, keragaman pendapat dan gagasan yang ada kemudian bertemu pada komitmen bersama untuk membangun sebuah negara yang berdaulat, dengan melahirkan sebuah rumusan ideologi yang mampu meramu dan menampung semua elemen dan komponen bangsa, yaitu Pancasila. Titik temu ini mengandaikan bahwa seluruh nilai-nilai dan falsafah hidup seluruh elemen bangsa ini, baik yang bersumber dari keimanan dan keagamaan, maupun nilai-nilai budaya dirangkum sedemikian rupa dalam rumus...

Ini Sebab Ujaran Kebencian dan Propaganda Khilafah Banjiri Medsos

Gambar
Hafiz,  NU Online  | Ahad, 20 Januari 2019 12:30 Jakarta,  NU Online Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Robikin Emhas mengatakan bahwa kelompok intoleran dan kelompok pengusung khilafah melakukan propaganda yang tidak henti-hentinya di media sosial. Mereka bahkan membuat dan menyebarkan konten-konten provokatif yang tidak lagi mengindahkan norma-norma dan akhlak Islam. Demikian disampaikan H Robikin Emhas dalam penutupan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Gelombang Kedua Zona DKI Jakarta di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, Sabtu (19/1) malam. “Kelompok di luar kita menetapkan Indonesia sebagai darul kufri, medan perang. Mereka merasa demikian. Karena medan perang mereka melakukan segala cara meski melanggar ajaran Islam sendiri dengan dalih taktik dan propaganda perang,” kata H Robikin di hadapan sedikitnya 300 peserta MKNU. Ia mengatakan bahwa mereka tidak henti-hentinya menyebarkan ujaran kebencian, hujatan, fitnah, hoaks, senti...

Gus Mus: Sederhana Kunci untuk Dekat dan Dimuliakan Allah

Gambar
Abdullah,  NU Online  | Ahad, 20 Januari 2019 12:28 Jakarta,  NU Online KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang karib disapa Gus Mus menyebut bahwa sederhana merupakan kunci untuk dekat dan tetap dimuliakan Allah SWT. Menurut Gus Mus, jika seseorang menjalani hidup dengan sederhana, maka pikirannya jernih dan moderat. Demikian dikatakan Gus Mus ketika mengisi tausiyah pada Haul ke-20 KH Muslich di Perguruan Diponegoro Jalan Sunan Giri, Masjid Jami’ Al-Hidayah Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (19/1) malam.  KH Muslich merupakan seorang pejuang pergerakan yang gigih dan tokoh Nahdlatul Ulama. “Jadi sebetulnya kalau kita pengen dekat dengan Allah subhanahû wa ta’ala, pengen tetep dimuliakan oleh Allah subhanahû wa ta’ala mudah sekali. Kita tetap jadi manusia saja. Gak usah lagi pengen jadi macem-macem. Tapi syaratnya ya itu: sederhana,” kata Gus Mus. Gus Mus sendiri mengaku mengetahui KH Muslich melalui KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan dr H Fahmi Dja...

Gus Muwafiq: Mudah Mengkafirkan Orang Lain bukan Kebiasaan Nabi

Gambar
Dai kondang NU, KH Ahmad Muwafiq mengatakan bahwa salah satu ciri seorang yang ahli agama dan punya bekal agama yang kuat, ia tidak mudah mengkafirkan serta menyesatkan orang lain. Hal ini dikarenakan tokoh agama tersebut punya banyak referensi keagamaan yang memberikan pilihan pendapat-pendapat baru. "KH Hasyim Asy'ari itu hafal kutubussittah (6 kitab hadits), sehingga dalam bersikap lebih bijak dan luwes. Rasulullah juga tak mudah mengkafirkan. Kelompok yang mudah mengkafirkan dan menyesatkan kelompok lain bukan umat Nabi. Karena orang Yahudi dan Nasrani masih disebut ahli kitab. Ini teori sosiologi dari Rasulallah," katanya saat berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Kamis (17/01). Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Muwafiq ini, ahli agama yang punya keilmuan luas itu seperti ibu rumah tangga yang kreatif dan pintar masak. Ibu rumah tangga tersebut setiap hari memasak makanan yang berbeda dan baru. Sehingga tidak membosankan dan kaku. "Kalau ibu rumah tangga krea...

Gus Muwafiq Ungkap ‘Modus’ Kelompok Perusak Agama dan Bangsa

Gambar
KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) mengungkapkan bahwa salah satu cara pihak lain merusak Islam di era saat ini adalah dengan menghilangkan kepercayaan umat pada pemimpinnya. Padahal menurutnya, Islam tidak bisa berkembang tanpa kekuatan. Tidak ada kekuatan tanpa jamaah dan tidak ada jamaah tanpa pemimpin. Sementara tidak ada pemimpin tanpa adanya ketaatan. Sehari tanpa pemimpin lebih bahaya dari 1000 tahun dipimpin orang dzalim. "Cara menghancurkan Islam, dihajar terus para pemimpinnya sampai orang tidak percaya sama pemimpin itu. Dan akhirnya pemimpin tersebut dijatuhkan dan diganti pemimpin yang asal-asalan," katanya, Kamis (17/1). Sosok yang pernah menjadi asisten pribadi Presiden ke-4 Indonesia, KH Abdurrahman Wahid ini mengungkapkan juga bahwa kini banyak yang ingin menghilangkan wibawa pemimpin. Contohnya beberapa tokoh Nahdlatul Ulama dan pemimpin pesantren di Indonesia diserang bertubi-tubi lewat media sosial dengan kata-kata makian, kata kasar, dan meme yang ...

ISLAM ANTI PAHAM TAKFIRI DAN ANTI TERORISME

Gambar
Satu Muslim melakukan tindak terorisme, semua Muslim kena sanksi sosial politik. Paham takfiri (pengkafiran) sudah menghinakan agama Islam dan membahayakan umat Islam sendiri. Paham takfiri juga terbukti membelah Muslim dengan pemeluk agama yang berbeda, seperti terjadi di India ini dan sejumlah serangan terhadap Muslim di India. Kebencian terhadap semua Muslim dan perang antar umat beragama pun akan kian sengit, apabila paham takfiri yang berpuncak pada terorisme terus menyebar dan merajalela di kalangan umat Islam dan dunia pada umumnya. Karena itu, ulama, pemimpin dan ilmuwan Muslim, intinya setiap Muslim yang memahami agamanya secara utuh, mempunyai tanggung jawab untuk menanggulangi paham takfiri dan terorisme di dalam masyarakat Muslim yang kini terus berkembang biak kian besar (lihat penelitian Wahind Institute untuk Indonesia seperti disampaikan Saudari Yenni Wahid dalam sebuah acara di Kampus UI), tidak hanya memerangi dengan senjata, tetapi dalam bidang budaya, ideologi ...