Postingan

ULAMA PILAR PENJAGA KERUKUNAN BERSOSIAL

Gambar
Kerukunan dalam berinteraksi menjadi pilar utama untuk terwujud perdamaian yang nyata. Sebab, dengan mengedepankan interaksi yang mendamaikan, seseorang akan menemukan kaidah-kaidah kemanusiaan dari dalam dirinya sendiri untuk orang lain. Dengan kata lain, dirinya akan mengedepankan sikap-sikap yang positif yang bisa membangun ketahanan untuk keutuhan bangsa Indonesia dalam konteks sekarang ini. Dan, dalam hal ini ulama memiliki peran penting dalam menuntun masyarakatnya. Ulama yang sejatinya menjadi panutan bagi umat muslim dan muslimah yang ada di Indonesia harus memberikan wejangan/arahan yang bisa diterima oleh setiap orang. Dengan tanda kutip, tidak hanya orang Islam saja yang bisa mendapatkan wejangan tersebut. Melainkan, seluruh masyarakat yang menduduki Indonesia. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak merasa terdiskriminasi, tersisihkan dalam kebersamaan, hingga seseorang bisa merasakan perhatian dari orang lain, meskipun berbeda agama, ras, ataupun bahasanya. Inilah yang ...

Peran NU dalam Menangkal Radikalisme

Gambar
Oleh As’ad Said Ali –Al Qaeda dan ISIS yang kini tengah menjadi isu global, pada dasarnya adalah bentuk perlawanan global kelompok radikal Islam terhadap ketidakadilan dunia. Isu yang mereka perjuangkan mampu menarik perhatian anak-anak muda secara cepat dan mendunia<> karena mudah dicerna karena dikaitkan dengan ketidakadilan di Palestina (Al Aqsa), kesenjangan sosial-ekonomi di negara-negara muslim dan ekspansi budaya Barat yang dianggap merusak nilai-nilai Islam seperti hedonism dan materialism. Para pemimpin dunia Islam dianggap tidak berdaya dan tunduk pada kemauan Barat. Isu tersebut dengan cepat menyebar keseluruh penjuru dunia melalui jaringan maya, bukan saja di negara-negara Islam, tetapi juga di negara-negara Barat sebagai akibat kebijakan banyak negara yang memberikan perlindungan kepada kelompok-kelompok perlawanan yang lari dari negara masing-masing. Ketidakadilan global adalah kenyataan yang tidak bisa diabaikan. Persoalannya, apakah masalah tersebut h...

Menangkal Radikalisme Eks TKI

Gambar
Seoul  -  Anyonghaseo . Penangkapan calon "pengantin" bom bunuh diri di Bekasi baru-baru ini dan pengungkapan rencana aksi terduga teroris di Tangerang Selatan hari ini membuat banyak pihak terkesima. Rupanya ancaman teror juga ditebar oleh segelintir TKI yang pulang kampung. Bila dirunut lebih jauh, sepertinya banyak terkait dengan tingkat pendidikan dan soal kaget budaya. Dalam catatan saya, sudah lebih dari 5 WNI, pekerja di negeri ginseng yang dideportasi akibat ulahnya, bermain-main dengan radikalisme. Pemerintah Korea Selatan tampaknya sangat ketat mengawasi siapa saja yang mengakses situs-situs terlarang tersebut, bahkan mengunggahnya di media sosial. Begitu terlibat "aktif", langsung "didepak".  Fenomena segelintir TKI yang menjadi radikal ini memang bukan barang baru. Mestinya mudah dan sudah diprediksi. Seorang pakar anti terorisme, Noor Huda Ismail, mengistilahkan sebab-musabab radikalisme itu dengan "gegar budaya" dan "digital...

Makna Islam Rahmatan Lil Alamin dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Gambar
Rahmatan lil alamin merupakan rasa kasih sayang, karunia, dan nikmat yang Allah SWT berikan kepada makhluknya dan seluruh alam semesta. Maka Allah menurunkan Islam sebagai rahmat melalui utusannya yakni Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa dan pembimbing jalan untuk dapat meraih rasa kasih sayang Allah di dunia maupun akhirat kelak. Makna Islam sebagai rahmatan lil alamin di sini menjelaskan bahwa agama Islam mengandung ajaran yang sempurna sebagai pedoman hidup manusia untuk dapat menggapai keselamatan, kedamaian, kemakmuran, kesejahteraan baik di dunia dan akhirat, itulah misi Nabi Muhammad SAW mengajarkan Islam kepada umat manusia. Namun, kemakmuran di sini buka semata ditujukan hanya untuk manusia, tetapi untuk seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini yakni manusia, tumbuh-tumbuhan, binatang, alam, serta makhluk ciptaan Allah lainnya. Aplikasinya dalam Bermasyarakat Islam adalah sebuah agama yang lengkap dan paripurna. Ia mencakup segala aspek kehidu...

Membendung Gerakan Radikalisme Agama

Gambar
Akhir-akhir ini banyak tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama. Lebih memilukan lagi agama acapkali dijadikan justifikasi kenapa tindak kekerasan itu dilakukan. Peristiwa pengeboman di Hotel Sarinah beberapa tahun silam dan pembacokan seorang pendeta di Yogyakarta beberapa pekan yang lalu menjadi bukti kuat bahwa gerakan radikalisme agama di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama mengingat Islam saat ini sering distigmakan sebagai sarang teroris dan 'penjahat agama'. Kesucian agama sudah mulai tercemar akibat tindakan yang mengatasnamakan  jihad fi sabilillah tersebut.  Sebenarnya jika diamati, tuduhan mengenai Islam sebagai agama teroris menemui momennya sejak peristiwa 11 November 2001 silam. Serangan yang disutradarai oleh Osama Ibn Laden tersebut dijadikan bukti kuat oleh barat bahwa Islam sangat berbahaya. Presiden Goerge W Bush langsung menuduh Obama sebagai repsentasi umat Islam.  Dalam bentangan se...

Redam Radikalime, BEM Unej Gelar Simposium

Gambar
Aryudi,  NU Online  | Ahad, 09 Desember 2018 10:30 Jember,  NU Online   Dalam rangka mempersempit area gerakan radikal, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jember, Jawa Timur  menggelar  Simposium Kebangsaan 2018  di gedung Soetardjo, kampus Unej, Sabtu (8/12). Dalam simposium tersebut, hadir sebagai nara sumber antara lain, Kapolres Jember, Kusworo Wibowo, Dandim 0824 Jember,  Arif Munawar, agamawan,  Bhikkhu Gunajaya Putu Aryatama, Ketua Forum Pengawal danPembinaan Ideologi Pancasila,  Bambang Soepeno. Menurut Presiden BEM Universitas Jember, Agus Wedi, simposium tersebut untuk merevitalisasi nilai-nilai luhur Pancasila  yang sudah mulai tergerus di hati sebagian generasi muda. Justru aksi kekerasan, radikalisme, dan intolerasi yang notabene bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, kian kencang  menyusup kalangan generasi muda.  Padahal, mereka adalah generasi yang diharapkan dapat meneruskan tongka...

Sekjen Liga Muslim Dunia: Islam Melindungi Hak-hak Minoritas

Gambar
Muchlishon,  NU Online   | Sabtu, 08 Desember 2018 22:00 Abu Dhabi,  NU Online Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Muhammad bin Abdul Karim Al-Issa menegaskan, nilai-nilai Islam menjamin hak-hak hukum dan kebebasan semua orang. Menurut Al-Issa, Islam juga tidak menerima segala bentuk diskriminasi. Demikian kata Al-Issa dalam pidatonya pada upacara pembukaan Forum untuk Mempromosikan Perdamaian  (Forum for Promoting Peace)  yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), sebagaimana dilansir laman  Arab New s, Sabtu (8/12).  Al-Issa mengatakan bahwa kebencian, kekerasan, dan terorisme dilakukan oleh individu-individu, bukan agama mereka. Di hadapan ratusan peserta, dia meluruskan persepsi yang tidak tepat dan terlanjur berkembang di masyarakat tentang Islam. Baginya, Islam adalah agama yang menjaga hak asasi manusia dan kebebasan bersama, tidak terkecuali. Tidak hanya itu, Al-Issa juga menjelaskan bahwa Islam sangat terbuka...