Postingan

JANGAN NODAI KESUCIAN ISLAM

Gambar
Seorang ulama Mesir yang bernama Muhammad Abduh berkata: Al Islam mahjubun bil muslimin,  keindahan Islam tertutup oleh tingkah laku kaum muslimin. Ada sebuah kenyataan yang berbeda dalam tubuh umat Islam,  karena ulah tingkah yang keliru dari sekelompok orang terjangkit pemahaman ghuluw fiddin (ekstrim dalam agama).  Islam yang merupaka ajaran yang Indah berubah menjadi agama yang sangat kejam dan menakutkan.  Sebagai sebuah pengalaman yang pernah saya alami, saya ingin menjadi muslim seutuhnya.  Aqidah yang bersih,  ibadah yang shahih dan akhlak yang mulia adalah sesuatu yang sangat saya dambakan.  Sejak tahun 1984 saya masuk dalam sebuah gerakan Islam yang tujuannya mulia ingin menegakkan kebenaran.  Tanpa sadar dengan doktrin yang kaku akhirnya menghantarkan saya pada kelompok yang berfaham khawarij.  Dimana faham ini sangat mudah mengkafirkan orang lain yang tidak satu kelompok dengannya. Dan mudah mengkafirkan orang yang berbeda pe...

Habib Ahmad Jindan: Orang Saleh Itu Mendamaikan, Bukan Provokasi

Gambar
MusliModerat.net - Sikapnya orang-orang Muslim, orang-orang saleh, orang-orang betakwa, kaum arifin adalah; “Ishlah dzatal bain watta’amim ‘an ‘uyubinnas wasatriha”. Akhlaknya mereka itu suka mendamaikan antara kaum Muslimin satau sama lain. Itu kerjaan mereka orang-orang saleh sebelum kita, tidak ada yang lain; mendamaikan orang yang berselisih, bukan memprovokasi! Bikin ribut dan rusuh, bukan itu. Tidak peduli siapapun yang ada di hadapannya, mau penguasa, pemimpin, pejabat, orang tukang maksiat, Muslim ataupun kafir, tugasnya kaum shalihin dari dulu hingga sekarang itu mendamaikan setiap pihak. Saya mau bertanya, terlepas dari ini semua, kita ini enaknya hidup damai atau hidup ribut!? (Hanya) orang gila yang lebih memilih hidup ribut dan rusuh dibanding hidup damai. Agama apa itu yang mengajak orang hidup ribut dibanding hidup damai? Agama yang macam bagaimana? Wallahi, hanya orang yang tidak punya akal yang menganut agama macam begini. Agama aneh yang lebih memilih keributan da...

Santri Wajib Jaga NKRI Sampai Mati

Gambar
Abdul Muiz,  NU Online  | Sabtu, 20 Oktober 2018 19:45 Demak,  NU Online Bangsa Indonesia bisa berdiri kokoh sampai saat ini memerlukan perjuangan panjang terutama saat merebutnya dari kaum penjajah yang telah menguasai Indonesia selama 350 tahun yang pada akhirnya negeri ini kembali kepangkuan ibu pertiwi tak bisa lepas dari peran para santri dan Kiai.  Untuk menjaga kelangsungan keutuhan bangsa Indonesia diperlukan nasionalisme dan patriotisme santri yang militan mengingat perjuangan Panjang para ulama, kiai beserta santrinya, “Para santri kami harapkan selalu mengingat dan meneruskan perjuangan para ulama, kiai dan santri dalam merebut NKRI dari kaum penjajah” demikian disampaikan ketua PCNU Demak KH Muhammad Aminuddin saat melepas rombongan santri Demak yang berangkat untuk mengikuti Apel Akbar santri Nusantara dalam rangka Hari Santri di Benteng Vestenburg Solo Jawa Tengah Sabtu (20/10). Kiai Aminuddin begitu akrab dipanggil menekankan pada...

MENGHADIRKAN KEMBALI KERUKUNAN

Gambar
Intoleransi masih kerap dilakukan oleh orang-orang yang memiliki penyakit akut dalam keberagaman. Kasus-kasus baru selalu saja hadir, membuat kita perlu membuat langkah yang lebih baik untuk menanganinya. Dua peristiwa terakhir dapat menggambarkan problem keberagaman di masyarakat. Berdasarkan laporan tempo.co, Pada Jumat, 12 Oktober 2018, sekelompok orang merusak persiapan acara yang akan digunakan untuk upacara sedekah laut di Pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta.Kegiatan sedekah laut sejatinya akan dilaksanakan Sabtu, 13 Oktober 2018. Selain merusak perlengkapan adat sedekah laut, kelompok ini juga memasang spanduk dengan tulisan “ Kami menolak semua kesyirikan berbalut budaya, sedekah laut atau selainnya ”. Hanya dalam kurun waktu 3 hari, kembali hadir tindakan intoleransi. Pada 15 Oktober 2018, terjadi upaya pengusiran terhadap salah seorang tokoh agama yang akan memberi ceramah di Manado. Puluhan orang, yang mengklaim merupakan kumpulan ormas adat, berdatangan ke Bandara ...

Makna Resolusi Jihad Menurut Bupati Tegal

Gambar
Tegal,  NU Online Pelaksana Tugas Bupati Tegal Hj Umi Azizah mengatakan, adanya kirab resolusi jihad mengandung makna bahwa pemerintah RI tidak hanya mengajak seluruh Warga Negara Indonesia untuk mengenang jasa para alim ulama, para kiai, dan santri terhadap lahirnya Negara kita tercinta Indonesia.  Hal itu dikatakan Hj Umi Azizah saat menyambut kirab Resolusi Jihad RMI NU Kabupaten Tegal di Pendopo Kecamatan Balapulang, Jumat (19/10). "Yang penting adalah mengajak seluruh komponen masyarakat Indonesia, bahwa Indonesia tidak akan mungkin lahir Ketika tidak ada kebersamaan dari seluruh komponen yang ada termasuk di dalamnya jika tidak ada para alim, ulama dan santri," tandasnya. Untuk itu, kata Umi, kewajiban kita terhadap perjuangan para pendahulu. Yakni Mari kita terus bersatu padu, bahu membahu sesuai kemampuan kita, merawat dan menjaga hasil perjuangan yang tidak lain adalah mengamankan dan menjaga kondusifitas NKRI. "Karena keamanan adalah pilar...

Pentingnya Integrasi Pelajaran Agama dan Kebangsaan di Sekolah

Gambar
Mahbib, NU Online | Ahad, 07 Mei 2017 16:00 Oleh M Haromain Di antara problem bidang pendidikan di sekolah formal yang belum terselesaikan adalah belum adanya interkoneksi secara harmonis antar matapelajaran (mapel), khususnya mapel Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama Islam. Maka patut dipertanyakan, sudah tepatkah konten materi mapel Pendidikan Pancasila atau PKN untuk menanamkan rasa nasionalisme dan patriotisme peserta didik seraya juga membentuk kepribadian dan sikap religius peserta didik? Sudah tepatkah mapel PAI sebagai materi yang membekali siswa menjadi manusia yang taat beragama dan menjalankan syariat agama dengan benar, tapi sekaligus juga menjadi warga negara yang baik, punya rasa kebangsaan dan mencintai tanah air Indonesia? Terbentuknya integrasi dan jalinan yang harmonis pada dua mapel di atas merupakan hal krusial, pasalnya kedua mapel ini termasuk berkaitan dengan ideologi dan falsafah hidup yang akan dipegang peserta didik sampai kelak ketika mereka su...

Antisipasi Bahaya Paham Radikalisme

Gambar
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka mewaspadai bahaya radikalisasi agama yang bisa terjadi di Kabupaten Bangka. Apalagi pengeboman sudah terjadi dibeberapa daerah seperti Bom Bali I tahun 2012, JW Mariot tahun 2003, Kedubes Australi 2004, Bom Bali II tahun 2005, JW Marriot dan Ritz Carlton tahun 2009, Masjid Az-Dzikra Cirebon tahun 2011, Sarinah Jakarta tahun 2016, Mapolresta Solo tahun 2016, Kampung Melayu tahun 2017 serta Surabaya dan Sidoarjo tahun 2018. Untuk menyikapi maraknya paham radikalisme ini MUI Kabupaten Bangka mengelar sosialisasi bahaya radikalisme agama, Kamis (18/10/2018) di Hotel Manunggal Sungailiat. "MUI Kabupaten Bangka tidak ada perintah apapun tetapi inisiatif sendiri bahwa majelis ulama itu suatu organisasi Islam yang sah di negeri ini diakui pemerintah tetapi dengan upaya-upaya kita menghindari isu-isu yang sedang populer seperti radikalisme, hoax, ujaran kebencian itu mengarah ke hal-hal negatif. Kita yakin di Bangka tid...