Keluarga Garda Terdepan Lindungi Anak dari Radikalisme Adam Prawira Psikolog anak dan keluarga, Putri Langka. Foto/Istimewa JAKARTA - Belum lama ini ditemukan kasus kirab anak-anak di Jawa Timur dengan simbolisasi perjuangan agama melalui kekerasan. Hal itu menyadarkan masyarakat bahwa pemahaman tentang radikalisme perlu diberikan secara sistematis sejak usia dini. Bahkan kasus lain juga ditemukan unsur narasi kekerasan dalam pelajaran sekolah anak usia dini. Hal itu dinilai sudah sangat berbahaya apabila penanaman radikalisme seperti intoleransi, penamanam militansi kebencian terhadap orang lain dan sikap acuh atau apatis terhadap kebangsaan sudah ditanamkan sejak dini. Padahal anak-anak adalah investasi bangsa Indonesia di masa depan. Keluarga melalui orang tua sangat berperan penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini agar ideologi-ideologi radikal yang berkonotasi negatif seperti intolerasi, anti-Pancasila dan anti-NKRI tidak menyebar ke kalangan anak-...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Orientasi Keaswajaan, Bentengi Mahasiswa Unwahas dari Paham Radikalisme Orientasi keaswajaaan mahasiswa baru Unwahas Abdul Muiz, NU Online | Jumat, 07 September 2018 10:30 Semarang, NU Online Dalam rangka membentengi mahasiswa baru dari paham radikalisme, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar Orientasi Keaswajaan Bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019 yang berlangsung di kampus setempat, Selasa-Ahad (4-9/9). Orientasi Keaswajaan yang bertajuk Meneguhkan Peran Unwahas dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Berlandaskan Paham Aswaja An- Nahdliyah ini sudah dilaksanakan untuk kedua kali diikuti seluruh mahasiswa baru berjumlah 2061 dan dibagi menjadi 6 kelas. Adapun materi yang disampaikan di antaranya pengertian dan sejarah aswaja, prinsip-prinsip aswaja NU, NU NKRI dan tantangan kontemporer, tradisi amaliyah NU dan dalilnya, serta Aswaja dalam berbagai bidang keilmuan. Sedangkan pembicara...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kiai Said : Nasionalisme Bagian dari Iman By abu ismail - 6th September 2018 0 8 Probolinggo, NU Online Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, Islam dan nasionalisme harus saling memperkuat dan tidak boleh dipertentangkan. Nasionalisme yang merupakan bagian dari keimanan Islam orang Indonesia, khususnya masyarakat NU, telah ada sejak zaman pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari. “Nasionalisme bagian dari iman. Oleh karena itu saya berpesan agar warga muslim di negeri ini mencintai tanah air ” katanya. Hal tersebut disampaikan saat dirinya memberi kuliah umum dengan tema Ngaji Bareng Ke-NU-an dan Kebangsaan di kampus Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan, Rabu (5/9). Kiai Said Aqil Siroj mengingatkan, jangan menggunakan agama untuk tujuan politik. “Mari kita gunakan politik untuk memperkuat agama. Memperkuat agama bukan harus menghantam yang lain,” tera...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
DA’WAH BIL HIKMAH ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs. An nahl ayat 125) Fenomena munculnya da’wah islam yang marak baik di media massa cetak maupun elektronika dan juga di sosial media patut di syukuri oleh kaum muslimin. Dan juga munculnya para da’i yang sangat bersemangat dalam menyampaikan ajaran islam juga sesuatu yang menggembirakan umat islam. Namun di tengah – tengah maraknya da’wah ini ada yang memprihatinkan kita dimana menyampaian materi da’wah yang kadang tidak bijak. Dan lebih ironis lagi ada seb...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ciri Dakwah Ahlus Sunnah Adalah Terdepan dan Memprioritaskan Dakwah Tauhid by - bekingking ungu on - September 04, 2018 ------------------------------------------------ Seseorang yang berjiwa hanif berusaha mencari jalan beragama atau metodologi beragama (manhaj) yang benar. Beberapa orang mungkin ada yang bingung mana manhaj yang benar? Semua mengaku ahlus sunnah, jadi mana yang harus saya ikuti? Apalagi terdapat hadits bahwa umat muhammad akan terpecah menjadi 73 golongan, semua masuk nereka (dahulu nanti baru masuk surga), kecuali satu saja golongan yang selamat Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ة وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة، كلها في النار إلا واحدة”. قالوا: من هم يا رسول الله؟ قال: “ما أنا عليه وأصحابي” “Sedangkan umat ini terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya, “Siapa mereka wahai Rasulullah?” “Golongan yang mengikuti ajaranku dan para sahabatku“, jawab Rasul ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Gus Muwafiq: Gerakan #2019GantiPresiden Gerakan Makar Baldatuna.com — Tagar itu tidak ada hukumnya. Tapi begitu jadi gerakan #2019GantiPresiden dia bermasalah. Karena presiden adalah struktur kelembagaan perangkat dari yang namanya goverment (pemerintah). Ada nation (bangsa), ada state (negara) dan ada goverment (pemerintah). Simbolnya presiden. Isinya civil. Kalau presiden sebagai bentuk kekuasaan daripada pemerintah gantinya apa? Ya khilafah, perdana menteri, kaisar atau raja. Demikian disampaikan oleh Gus Muwafiq merespon gerakan #2019GantiPresiden melalui sebuah video singkat berdurasi 1 menit lebih 58 detik. Video tersebut dipublikasika oleh Chanel Youtube Yayasaan Jannur, Sabtu (1/09/2018). “Kalau dulu ganti soeharto, bukan ganti presiden. Turunkan Soekarno bukan ganti presiden. Makanya kalau gerakan ganti presiden ini gerakan makar. Paling mereka nanti bilang, ‘ini kan maksudnya positif.’ Nggak usah pakai maksudnya. Kami buat Islam Nusantara, kamu ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Nadirsyah Hosen Jelaskan Salah Kaprah Khilafah sebagai Solusi Nadirsyah Hosen (ist) Fathoni, NU Online | Senin, 03 September 2018 08:15 Jakarta, NU Online Penulis buku Islam Yes, Khilafah No: Doktrin dan Sejarah Politik Islam dari Khulafa ar-Rasyidin hingga Umayyah, Nadirsyah Hosen menjelaskan bahwa anak-anak eks HTI kerap mendengungkan khilafah sebagai solusi. Termasuk kaitannya saat ini dengan anjloknya rupiah. “Anak-anak eks HTI memang lucu-lucu. Rupiah anjlok, mereka bilang solusinya khilafah. Apa mereka sangka di masa khilafah zaman old itu nggak ada krisis ekonomi? Di masa khilafah semuanya makmur? Mimpi! Saya kasih dua fakta saja yah. Simak yuk,” ucap Nadirsyah dikutip NU Online, Senin (3/9) lewat akun twitternya. Berikut penjelasan Dosen Senior Monash Law School ini terkait fakta sejarah yang dimaksud melalui akun twitternya: 1. Rakyat menderita pada masa Khalifah ke 22 Abbasiyah, Al-Mustakfi. Tidak ada makanan yang bisa mereka peroleh. ...